Tim Monitoring UAMBN Kanwil Bengkulu Pantau Ujian di MTsN Muara Aman

Tim Monitoring UAMBN Kanwil Bengkulu Pantau Ujian di MTsN Muara Aman

Bengkulu (Informasi dan Humas) 26/3- Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Tahun Pelajaran 2013/2014 pada hari kedua Selasa tanggal 25 Maret 2014 di Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Aman Kabupaten Lebong dilakukan oleh Tim Monitoring Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu yang diketua oleh Ibu Okti.

Dalam pelaksanaan monitoring tersebut beliau mengecek kelengkapan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Tahun Pelajaran 2013/2014 mulai dari administrasi ujian, ruang ujian, peserta ujian, panitia ujian dan pengawas ujian. Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Tahun Pelajaran 2013/2014 di Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Aman berjalan sukses, aman lancar dan telah sesuai dengan juknis Perdirjen Pendis Nomor 171 Tahun 2014, ungkap Ibu Okti.  

Disamping itu juga Ibu Okti menyampaikan bahwa perlunya tim yang solid dalam rangka mensuskeskan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Tahun Pelajaran 2013/2014 dan kita berharap bahwa MTs N Muara Aman menjadi tolak ukur bagi madrasah lain terkhusus di kabupaten Lebong.

Penilaianya yang disampaikan oleh Ibu Okti terhadap pelaksanaaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Tahun Pelajaran 2013/2014 di MTs N Muara Aman rung ujian bersih, penyambutan baik, tata ruang panitia dan pengawas yang asri.

Disela-sela monitoring Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Tahun Pelajaran 2013/2014 tersebut banyak faktor pendukung yang harus menjadi diperhatikan misalnya sarana prasarana yang memadai, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang professional, kata Ka. MTs. Negeri Muara Aman.

Disamping itu juga Ka. MTs N Muara Aman berharap kirannya pihak Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu dapat menambah personil baik itu tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan, dikarenakan tenaga ada yang di MTs N Muara Aman 10 guru PNS, 1 PNS Kaur TU sementara ruang belajar yang ada 11 kelas.

Hal senada juga disampaikan oleh Ka. MTs Al-Hadi (Edi Rosidi) dan Ka. MTs Zikir Fikir (Anizar), bahwa kedua madrasah tersebut juga membutuhkan sarana prasarana berupa gedung KBM apalagi MTs Zikir Fikir baru kali ini mengikut sertakan peserta ujiannya. 

Penulis : Edi Subandi/B  **
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :