Ka.Kemenag Lebong: UN Adalah Proses untuk Terus Belajar

Ka.Kemenag Lebong: UN Adalah Proses untuk Terus Belajar

Bengkulu (Informasi dan Humas) 18/3- Banyak yang berpendapat jika lulus Ujian Nasional adalah tujuan akhir dari proses pembelajaran, namun sebenarnya proses untuk terus belajar adalah inti dari Ujian Nasional yang sebentar lagi akan dihadapi para siswa baik tingkat MA, MTs maupun MI. Itulah pesan kepala Kemenag Kabupaten Lebong kepada para siswa MTsN Muara Aman saat memimpin Upacara KORPRI di MTsN Muara Aman, Senin (17/3).  

Ujian Nasional sebagai tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran jangan menjadi momok yang menakutkan bagi siswa dan guru, tetapi harus dijadikan sarana untuk terus meningkatkan semangat siswa dalam belajar mencapai prestasi setinggi-tingginya. 

“Tidak ada orang yang pintar tanpa belajar, dan tidak ada orang yang berhasil tanpa usaha dan kerja keras” lanjut Tasri dalam amanatnya.

Kepada pegawai di lingkungan Kemenag Lebong Kepala Kemenag Lebong mengingatkan kembali untuk tidak aktif berkampanye. “PNS dilarang untuk terlibat langsung dalam kegiatan politik praktis pada masa kampanye terbuka 16 Maret hingga 05 April mendatang, namun PNS memiliki hak politik yang bisa digunakan nanti pada tanggal 09 April 2014 saat Pemilu. Jika hal tersebut dilanggar, maka PNS yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan PP No. 53 tahun 2010” ujar Tasri.

Kepada pegawai KUA diharapkan untuk mensosialisasikan pungutan resmi yang berlaku untuk biaya nikah di KUA adalah Rp. 30.000,-. Ditekankan pula untuk mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya dalam hal pendaftaran sehingga tidak lagi terjadi adanya haji eksodus di kabupaten Lebong.

Dalam sambutannya saat ramah tamah, kepala MTsN Muara Aman menyatakan untuk tahun 2014 ini tidak ada kegiatan pembangunan ataupun rehab bangunan, akan tetapi hanya pembangunan pagar dengan volume pekerjaan sebanyak 60 M2. Oleh karena itu gedung lama yang tidak layak pakai pun tetap digunakan. 

“Jumlah SDM pada MTsN Muara Aman saat ini adalah 11 PNS, dimana 10 orang diantaranya adalah guru dan 1 orang TU, oleh karena itu jika ada penambahan tenaga kami siap menerima” ujar Edi Subandi.

Sebelum menutup kegiatan ramah tamah, kepala Kemenag berpesan agar kegiatan Upacara KORPRI keliling untuk terus dilakukan, selain untuk mempererat silaturahmi juga sebagai sarana untuk mendapatkan masukan dan ajang berkeluh kesah pegawai mengenai hal-hal yang ditemui di lapangan.  

Penulis : Edi Subandi/C**
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :