Subbag Informasi dan Humas Sosialisasi Peran Website di Kemenag Lebong

Subbag Informasi dan Humas Sosialisasi Peran Website di Kemenag Lebong

Bengkulu (Informasi dan Humas) 13/3- Subbag Informasi dan Humas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu melalui editor berita website Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Jaja memberikan sosialisasi akan pentingnya peran website di Kementerian Agama Kabupaten Lebong, Rabu (12/3).

Sosialisasi yang dimulai pukul 14:00 WIB hingga pukul 16:00 WIB itu dihadiri oleh Kabag TU Kanwil Kemenag Bengkulu, Kepala Kemenag Lebong, Pejabat eselon IV Kemenag Lebong, seluruh Kepala Madrasah, Kepala KUA dan seluruh jajaran Kemenag Kabupaten Lebong. 

Dan pada kesempatan itu, Kasubbag informasi dan Humas Kanwil Kemenag Bengkulu, H.Nopian Gustari JH,S.Pd.I,M.Pd.I tidak turut hadir dikarenakan ada kesibukan dikanwil yang tidak dapat ditinggalkan.

Sosialisasi peran website yang menekankan bagaimana teknik penulisan berita dan Bagaimana Mengoptimalkan peran website tersebut dilaksanakan dikabupaten Lebong mengingat secara kuantitas maupun kualitas pemberitaan Kemenag Lebong mengalami penurunan. 

"Kita sengaja memberikan sosialisasi ini mengingat pada awal tahun 2013 lalu Kemenag Lebong pernah meraih peringkat satu se Provinsi Bengkulu terkait kontribusi berita namun pada awal tahun 2014 Lebong hanya mampu berada pada peringkat 6 dari sepuluh Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu," terangnya.

Untuk itu, sesuai dengan intruksi Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Bengkulu, H.Nopian Gustari JH,S.Pd.I,M.Pd.I dan surat tugas Kabag TU, pihaknya langsung melaksanakan sosialisasi di Kabupaten Lebong. 

Dalam paparannya, Jaja menekankan bahwa dasar dari pembangunan website kementerian agama adalah UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan UU Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik yang salah satu indikatornya adalah adanya keterbukaan dan ketersediaan layanan informasi publik dalam sebuah instansi pemerintah.

Kemudian, Jaja yang juga pernah menjadi koresponden Kantor Berita Antara itu menerangkan lima pengangan pokok untuk menulis berita yaitu Laporan berita harus bersifat menyeluruh, Ketertiban dan keteraturan mengikuti gaya menulis berita, Tepat di dalam penggunaan bahasa dan tatabahasa, Ekonomi kata harus diterapkan dan terakhir Gaya penulisan harus hidup, punya makna, warna, dan imajinasi. 

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk mengungkapkan persoalan dan kendala yang dihadapi para kepala satker untuk mengirimkan berita. 

Ditempat terpisah Nopian Gustari juga mengaku akan segara melakukan sosialisasi akan pentingnya peran website di sembilan Kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, mengingat hingga saat ini masih banyak kontributor berita daerah yang belum memahami bagaimana menulis berita yang baik dan memenuhi standar 5 W 1 H serta layak ditayangkan dalam Website Kementerian Agama. 

Penulis : Jaja**
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :