Kepala KUA Sindang Kelingi Berikan Tausyiah

Kepala KUA Sindang Kelingi Berikan Tausyiah

Bengkulu (Informasi dan Humas) 25/2- Minggu ketiga tepatnya pada hari jumat legi tanggal 21 Februari 2014 Kepala KUA Kecamatan Sindang Kelingi Samijan, S.Ag, M.HI menghadiri sekaligus memberikan tausyiah pada acara pengajian ibu-ibu pada Majelis Taklim Nurul Huda Desa Kayumanis Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong. 

Pengajian Majelis Taklim Nurul Huda ini adalah pengajian mingguan yang diadakan oleh pengajian ibu-ibu pada setiap hari jumat setelah ba’da shalat jumat yang dilaksanakan dari rumah kerumah silih berganti dari anggota yang satu ke anggota yang lainnya dan kegiatan ini dimulai dari pukul 14.00 WIB pada setiap harinya. 

Biasanya Pengajian ini adalah pengajian yang didahului dengan bacaan yasinan dan tahlilan untuk ngirim do’a dari tuan rumah yang mendapat giliran dan yang mendapat giliran pada kesempatan kali ini adalah Ibu Supatmi dusun 1 Desa Kayu Manis. 

Dalam kesempatan kali ini Kepala KUA Sindang kelingi sengaja datang untuk menyempatkan diri melihat dari dekat dan memberikan tausyiah sebagai bekal ilmu pengetahuan bagi jamaah pengajian. Samijan, S.Ag, M.HI menyampaikan kepada para jamaah Majelis Taklim Nurul Huda Desa Kayu Manis tentang thaharah, yaitu tentang hakikat berwudhu”. Hukum Wudhu’ pada dasarnya adalah sunnah namun karena shalat harus wudhu’ maka wudhu menjadi wajib ketika akan melakukan shalat. 

Banyak orang muslim yang tidak tahu bagaimana caranya berwudhu’ dan mereka berwudhu banyak yang asal-asalan tanpa mengindahkan hakekat dan tata cara berwudhu’ itu sendiri. Untuk itu Kepala KUA menguraikan tentang wudhu’ dan tayammum yang benar sesuai dengan maksud dari Quran Surat Al-Maidah Ayat 6.

Kepala KUA juga menerangkan bahwa perbedaan antara orang muslim dengan non muslim yaitu terletak pada shalatnya, untuk itu sebagai orang muslim shalat tidak boleh ditinggalkan walau dalam keadaan bagaimanapun juga. 

Islam tidak mengenal kasta baik dari kalangan lapisan paling bawah ataupun lapisan masyarakat paling atas sekalipun dan shalat harus tetap dilaksanakan, apalagi bagi petani di kebun, tidak ada alasan untuk meninggalkan ibadah shalat yang telah menjadi kewajiban sebagai seorang muslim. Untuk itu Kepala KUA mengajak untuk selalu menjaga agar shalat terus terjaga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah tetapi bukan shalat yang dikerjakan karena kebutuhan dan kewajiban belaka tanpa memahami tumakninanya dan hakekatnya, ujar kepala KUA.

Di akhir Tausyiahnya Kepala KUA membuka seasen tanya jawab bagi jamaah untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami dan tidak dimengerti oleh jamaah tentang masalah keIslaman. Dalam seasen tanya jawab ini sungguh luar biasa antusias jamaah dalam bertanya dan Alhamdulillah semua pertanyaan jamaah dapat di jawab dengan baik oleh kepala KUA.

Penulis : Samijan/C
Editor : Jaja
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :