MAN Mukomuko Selenggarakan ujian Semester Ganjil

MAN Mukomuko Selenggarakan ujian Semester Ganjil

Bengkulu (Informasi dan Humas) 7/12- Setelah melakukan berbagai persiapan beberapa minggu yang lalu dimulai dari pembentukan panitia, jadwal pengawas, ruangan yang dipakai untuk ujian, nomor peserta ujian, absen panitia, absen pengawas dan nomor bangku ujian, Jum’at (05/12/2013) bertempat di Jalan Sutan Pesisir Barat Syah Kelurahan Banda Ratu Kec. Kota Mukomuko pagi ini sekitar pukul 07.30 Wib MAN Mukomuko mengadakan kegiatan ujian Semester Ganjil Tahun Peajaran 2013/2014.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Syafrizal, S.Ag selaku ketua panitia semester ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 Kegiatan Ujian Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 berlangsung 1 minggu penuh dimulai dari tanggal 05 Desember 2013 sampai dengan 11 Desember 2013, sedangkan jumlah peserta yang mengikuti Ujian Semester Tahun Pelajaran 2013/2014 berjumlah 158 peserta terdiri dari kelas X, XI dan kelas XII, Sedangkan jumlah ruangan yang dipakai untuk ujian berjumlah 7 ruangan.

Tujuan dilakukan ujian semester ganjil ini selain menjadi tolak ukur keberhasilan bagi siswa/siswi khususnya siswa/siswi MAN Mukomuko, Manfaat ujian semester ini untuk memberikan motivasi kepada siswa/siswi agar kedepannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi dari pada sebelumnya.

Ujian ini merupakan salah satu kegiatan evaluasi hasil belajar Siswa/Siswi. Evaluasi ini adalah pemberian penilaian terhadap kemam¬puan Siswa/Siswi dalam menerima, memahami, dan menguasai bahan studi yang disajikan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan, dan menilai per¬ubahan sikap dan keterampilannya.

Mat Salimin, S.Ag, M.Pd selaku Kepala MAN Mukomuko menjelaskan bahwa pelaksanaan Ujian pada proses belajar mengajar bertujuan untuk:

  1. Mengetahui kemajuan belajar siswa, baik sebagai individu maupun anggota kelompok/kelas setelah ia mengikuti pendidikan dan pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
  2. Mengetahui tingkat efektifitas dan efisiensi berbagai komponen pembelajaran yang dipergunakan guru dalam jangka waktu tertentu. Komponen pembelajaran itu misalnya menyangkut perumusan materi pembelajaran, pemilihan metode pembelajaran, media, sumber belajar, dan rancangan sistem penilaian yang dipilih.
  3. Menentukan tindak lanjut pembelajaran bagi siswa.


Dari tujuan tersebut, menunjukkan bahwa penilaian hasil belajar pada dasarnya tidak hanya sekedar mengevaluasi siswa, tetapi juga seluruh komponen proses pembelajaran, seperti guru, diharapkan dapat menjelaskan tujuan penilaian hasil belajar; dapat menyebutkan fungsi penilaian hasil belajar metode, dan media pembelajaran.

Karena kegiatan pembelajaran tidak semata-mata diorientasikan kepada siswa, tetapi merupakan sistem yang melibatkan semua komponen pembelajaran yang akan digunakan untuk perbaikan bidang pengajaran dan hasil belajar, fungsi diagnosis dan usaha perbaikan, fungsi penempatan dan seleksi, fungsi bimbingan dan penyuluhan, perbaikan kurikulum, dan penilaian kelembagaan. Tujuan pembelajaran pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku pada diri siswa. Oleh sebab itu dalam penilaian hendaknya diperiksa sejauh mana perubahan tingkah laku siswa telah terjadi melalui proses belajarnya.

Dengan mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran, dapat diambil tindakan perbaikan proses pembelajaran dan perbaikan siswa yang bersangkutan. Dengan perkataan lain, hasil penilaian tidak hanya bermanfaat untuk mengetahui tercapai tidaknya perubahan tingkah laku siswa, tetapi juga sebagai umpan balik bagi upaya memperbaiki proses pembelajaran. Dalam penilaian ini dilihat sejauh mana keefektifan proses pebelajaran dalam mengupayakan perubahan tingkah laku siswa. Oleh sebab itu, penilaian hasil dan proses belajar saling berkaitan satu sama lain sebab hasil belajar yang dicapai siswa merupakan akibat dari proses pembelajaran yang ditempuhnya (pengalaman belajarnya, semua berharap semoga Ujian ini dapat berlangsung dengan baik dan sukses. Demikian Mat Salimin. (Bs)

Bagikan :