Kemenag Lebong Tarawih Keliling di Kecamatan Rimbo Pengadang

Kemenag Lebong Tarawih Keliling di Kecamatan Rimbo Pengadang
Bengkulu (Informasi dan Humas) 30/7- Dimalam ke-21 Ramadhan 1434 H/2013 M jajaran Kementerian Agama Kabupaten Lebong mengadakan Tarawih Keliling di Masjid Nurul Huda Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong, Senin (29/7). Kegiatan ini dimulai dengan niat awal menjalin silaturahmi dalam rangka menjalin kerukunan umat, selain itu dikarenakan belum tentu tahun depan Ramadhan menyapa kita. Hadir dalam kegiatan ini Camat Rimbo Pengadang , Lurah Rimbo pengadang, Kepala KUA dan Penyuluh Agama Honorer di wilayah Kecamatan Rimbo Pengadang. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi mengenai telah keluarnya SK Bandara Embarkasi Antara untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2013 dan sebab musabab terjadinya pengurangan kuota haji tahun ini sebanyak 20 persen bagi jemaah haji Lebong yaitu karena pembangunan perluasan lokasi tawaf dan sa’i. “Semua ini adalah demi kebaikan calon jemaah haji kita dari Lebong khususnya dan Indonesia secara umum dan dunia secara global, agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa jemaah haji tahun ini” ucap Drs. Kusairi, B saat mengisi ceramah ramadhan sesaat setelah sholat tarawih berjamaah. Menurut dia, dengan adanya Embarkasi Antara, tingkat keletihan calon jemaah haji akan berkurang karena calon jemaah haji Lebong tidak harus menempuh perjalanan darat yang cukup menyita energi menuju ke Bandara Embarkasi Padang. Selain itu, ia juga menekankan bahwa puasa mendidik manusia untuk berlaku jujur dan melarang melakukan hal-hal yang mengurangi nilai pahala puasa, karena hal tersebut diibaratkan mengisi bak dengan air yang ditimba dari sumur akan tetapi lubang pembuangan lupa ditutup, sehingga sia-sialah usaha kita mendapatkan pahala selama bulan penuh berkah ini dimana malaikat pun menangisi kepergian bulan seribu bulan. Disampaikan pula kepada jemaah shalat Isya dan tarawih bahwa jumlah zakat yang dibayarkan untuk tahun ini adalah jika berbentuk uang maka jumlah yang wajib dibayarkan adalah Rp. 20.000,- dan jika berbentuk beras sebanyak 10 canting (sesuai dengan hasil rapat penentuan zakat fitrah tahun 1434 H/2013 M yang dilaksanakan pada Rabu, 24 Juli 2013). Namun, jika jemaah merasa jumlah tersebut terlalu kecil, maka bisa saja membayar lebih karena kelebihan tersebut akan bernilai sedekah yang juga memiliki nilai ibadah didalamnya dan insya Allah mendapatkan pahala di sisi Allah SWT, Insya Allah. Kepada keluarga yang memiliki anak yang terlahir pada waktu matahari terbit di akhir ramadhan pun diwajibkan membayar zakat. Kepada para amilin diharapkan membuat laporan data penerimaan dan pembayaran zakat di masjid dan desa ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong. Di akhir tausyiah disampaikan sedikit ulasan tentang Malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Walaupun sering disebut malam tersebut terjadi pada malam-malam ganjil namun hendaknya kita tidak pilih-pilih malam dalam beribadah sebab malam genap pun juga bisa muncul malam yang istimewa tersebut. Harapan kita semua agar nanti di akhir ramadhan kita diibaratkan bayi yang terlahir kembali, fitri, Amin Ya Rabbal Alamin. Diakhir acara diberikan bantuan berupa 5 buah alqur’an dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong yang diwakili oleh Kasubbag TU, Olik Nurholik S.Ag, yang diterima oleh pengurus masjid Nurul Huda Rimbo Pengadang dengan harapan apa yang ada di dalam alqur’an dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. Penulis : Anang Editor : H.Nopian Gustari
Bagikan :