Tokoh Agama Harus Mamahami Permasalahan Kerukunan Umat

Tokoh Agama Harus Mamahami Permasalahan Kerukunan Umat
Bengkulu (Hukmas) 20/12 - Tokoh agama harus bisa memahami akar permasalahan sehingga terjadinya ganguan kerukunan umat beragama diwilayahnya, kata Wakil Menteri Agama Nasarudin Umar saat memberikan pengarahan dalam kongres Nasional tokoh Agama IV di Jakarta belum lama ini. Terkait Hal itu ia berharap melalui kongres tokoh agama ini akar permasalahan yang mengakibatkan terjadinya ganguan kerukunan umat beragama dapat tergali dan dapat dicarikan solusi pemecahannya. Pada Kogres yang dihadiri sejumlah tokoh agama dari berbagai Provinsi di Indonesia itu Nazarudin juga menegaskan perlunya para tokoh agama menunjukkan kewibawaannya "Timbulnya perpecahan kerukunan umat beragama menunjukkan para pemimpin dan tokoh agama masih perlu dituntut secara otimal melakukan pembinaan dan pelayanan kepada masing-masing pemeluk agamanya agar tercipta rasa toleransi dan rasa kebersamaan, karena itu saya berharap tokoh agama harus sering-sering turun ke lapangan menangkap aspirasi umat mulai dari bawah," ujarnya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Achmad Gunaryo, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Slamet Effendi Yusuf, Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Benny Susetyo dan para tokoh agama lainya dari beberapa provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Bengkulu. Dalam Kongres tertersbut, Provinsi Bengkulu mengirimkan tokoh agama dari 5 agama yang ada di Provinsi Bengkulu yaitu tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Bunda yang langsung didampingi oleh Kasubbag Hukmas dan KUB Kantor Wilayah Kementerian Agama Proivinsi Bengkulu, H.Junni Muslimin,S,Ag,MA. Junni Muslimin menyebutkan, banyak hal yang menarik dari kongres tokoh agama itu diantaranya dengan pertemuan itu tergali persoalan kerukungan umat yang terjadi pada akar rumput seperti tindak kekerasan antar umat beragama yang dapat memecahkan keutuhan bangsa disebabkan masih kurangnya rasa memiliki keberagaman yang ada. "Dengan adanya pertemuan tokoh agama ini dapat tergali indikasi yang menyebabkan munculnya persoalan kerukunan umat di negeri ini dan tentunya kita harus menyikapi hal itu dengan menyerap aspirasi dari masyarakat sehingga persoalan tersebut dapat diminimalisir dan diselesaikan secara arif dan bijaksana," ujarnya.
Bagikan :