TRANSPARANSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) PADA KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA PROVINSI BENGKULU BY G U S M A N. M.Pd

Masalah umum penelitian ini adalah apakah penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bengkulu berjalan secara transparan ? Rumusan khusus penelitian ini adalah : (a). apakah sistem penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Kantor Wilayah Depag, Provinsi Bengkulu telah transparan dalam formasi ? (b).apakah penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Kantor Wilayah Depag, Prov. Bengkulu transparan dalam informasi formasi pada khalayak umum ? (c).apakah penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Kantor Wilayah Departemen Agaman Provinsi Bengkulu transparan dalam seleksi pelaksanaan ? (d) apakah penerimaan calon pegawai negeri Sspil (CPNS) pada Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bengkulu transparan dalam hasil pelaporan sesuai dengan hasil yang sebenarnya ? (e). apakah penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Kantor Wilayah Depag, Provinsi Bengkulu transparan dalam pengumuman kelulusan ? (f).apakah penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bengkulu tarnsparan dalam pemberkasan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ? Tujuan umum penelitian ini untuk mengevaluasi dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bengkulu. Tujuan khusus penelitian ini adalah : (a). mengevaluasi transparansi dalam formasi, (b). mengevaluasi transparansi dalam pemberian formasi, (c). mengevaluasi transparansi dalam pelaksanaa seleksi, (d). mengevaluasi transparansi dalam evaluasi/pelaporan, (e). mengevaluasi transparansi dalam pengumuman kelulusan, dan (f). mengevaluasi transparansi dalam pemberkasan/pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi, Subjek penelitian adalah 1). Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bengkulu, 2). Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bengkulu, 3). Kasubbag Ortala dan Kepegawaian Kantor Wilayah Departemen Agama provinsi Bengkulu, 4). Peserta tes yang lulus, 5). Peserta tes yang tidak lulus, dan 6). Anggota lainya yang bertugas dalam kepanitian penerimaan Calon Pegawai negeri Sipil (CPNS). Teknik pengumpulan data yang dipergunakan ada 3 yaitu : a). Wawancara, b).Observasi, dan c). Dokumentasi, sedangkan instrumen penelitian adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama dan instrumen penunjang adalah pedoman wawancara, pedoman obsevasi dan dokomentasi. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif dan kualitatif yang dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus–menerus sampai tuntas, sehingga datanya yang sudah jenuh, dan selanjutnya dapat diperoleh jawaban dari masalah yang diteliti. Tahapan analisis data yang digunakan terdiri dari tiga tahapan reduksi yaitu : 1). Reduksi data, 2). Display data, 3). Kesimpulan. Untuk menafsirkan atau memberikan makna terhadap data yang dikumpulkan dilakukan dengan analisis deskriptif yaitu dengan menapsirkan informasi dan data yang asli seperti apa adanya, check and recheck antara data dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kantor Wilayah Departemen Agama provinsi Bengkulu secara umum sudah transparan, terutama pada komponen-komponen yaitu : transparansi dalam formasi, transparansi dalam pemberian formasi, transparansi dalam pelaksanaa seleksi, transparansi dalam evaluasi/pelaporan, transparansi dalam pengumuman kelulusan, dan transparansi dalam pemberkasan/ pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) meliputi : Pertama, pada komponen penentuan formasi dan penetapan kepanitiaan, menunjukan bahwa perencanaan formasi dan kepanitiaan dalam penerim Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bengkulu. Sebelumnya yang direncanakan dengan rapat koordinasi pihak-pihak terkait secara transparan untuk selanjutnya dirumuskan susunan kepanitian yang dengan Surat Keputusan yang di keluarkan oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bengkulu. Kedua, penetapan panitia sudah berjalan secara transparan, transparasi penetapan panitia menunjukan keterbukaannya informasi dalam penetapan kepanitian yang didasari tupoksi atau leading sector penetapan panita yang menjadi tanggung jawab pada semua pihak yang terkait,. Terbuka untuk umum. Ketiga, penginformasian formasi pada halayak umum sudah terlaksana dengan trasparan. Hal ini didasarkan adanya mekanisme dan prusedur yang jelas mulai dari informasi formasi ke halayak umum secara jelas dan transparansi. dengan pengumuman media informasi seperti Surat Edaran, surat kabar dan Radio Republik IndonesiA (RRI). Adanya pedoman, aturan dan petunjuk yang lelas dalam penetapan formasi yang dibutuhkan. Keempat, secara umum seleksi berkas lamaran telah berjalan secara transparan sesuai dengan ketentuan Surat Edaran dari Sekretaris Jendral Departemen Agama RI Nomor : 2035 Tahun 2008. Tetang teknis pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lingkungan Departemen Agama, baik secara konsep maupun teori yang di dukung oleh tenaga-tenaga profesional dan pedoman serta petunjuk, dan informasi yang sangat membantu dalam pelayanan. Kelima, evaluasi dan pelaporan telah berjalan secara transparan, hal ini terlihat dari mekanisme yang dilakukan dalam evaluasi dan pelaporan yang dilakukan secara terbuka, dengan melibatkan pihak lain didalamnya sehingga hasil dari evaluasi tersebut benar-benar dapat menjadi informasi bagi pihak terkait tentang penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Keenam, Sesuai dengan juklak dan juknis serta petunjuk dari Sekretaris Jendral Departemen Agama Republik Indonesia. Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bengkulu masih Vertikal jadi penentuan kelulusan ditentukan oleh Departemen Agama Republik Indonesia. Pengumuman di umumkan secara :serentak di seluruh Indonesia, melalui media masa dan Radio Republik Indoneisia (RRI) di Provinsi Masing-masing. Jadi Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bengkulu tidak ikut terlibat dalam penentuan kelulusan dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di maksud. Ketujuh, secara umum pemberkasan usul pengangkatan telah berjalan secara transparan karena telah ditentukan secara terbuka dan transparansi sesuai dengan aturan yang ada misalnya : Penyampaian Usul Penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP). Setelah menerima berkas kelengkapan dari pelamar dalam keadaan lengkap dan benar. selanjutnya dikirim ke Biro Kepagawaian Departemen Agama RI, dan selanjutnya Biro Kepegawaian menyampaikan usul permintaan NIP secara Kolektif kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan melampirkan: a). Daftar nomor nominatif pelamar yang dinyatakan lulus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), b). 5(lima) rangkap surat pengantar usul penetapan NIP CPNS barsama daftar nominatif kelulusan yang dibuat sesuai ketentuan yang berlaku, c).4 (empat) rangkap formulir penetapan NIP yang diisi sesuai dengan data yang diperlukan dan setiap lembaran formulir ditempelkan photo ukuran 3x4 cm dengan tanda tangan asli oleh pejabat yang berwenang atau pejabat lain yang ditunjuk serta dibubuhi cap dinas, d).1(satu) lembar foto copy sah ijazah/STTB terakhir yang dilegalisir sesuai dengan ketentuan, e). 1 (satu) set daftar riwayat hidup yang ditulis dengan tangan sendiri memakai ` 3x4 cm sesuai dengan keputusan Kepala BKN Nomor 11 tahun 2002, f).1(satu) lembar surat pernyataan sesuai dengan keputusan Kepala BKN Nomor 11 tahun 2002. Dari hasil penelitian yang telah peneliti kerjakan dan sampai dengan pembahasan penelitian semua mekanisme, prusedur serta petunjuk dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku setiap kegiatan yang di laksanakan dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), pada Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bengkulu telah berjalan secara transparan dan akuntabel, perlu di pertahankan untuk peningkatan-peningkatan di masa-masa yang akan datang. Simpulan khusus penelitian adalah pelaksanaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Brngkulu sudah terlaksana secara transparan, transparan dalam formasi, transparan dalam informasi, transparan dalam seleksi, transparan dalam evaluasi dan transparan dalam penetuan keluusan serta transparansi dalam pengangkatan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. Saran penelitian ini adalah pelaksanaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bengkulu telah terlaksana dengan transparan kiranya untuk selalu dipertahankan dimasa-masa yang akan datang.
Bagikan :

Artikel Terkait