Sosok Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu

H. Suardi Abbas, SH, MH, merupakan putera ke-3 dari 8 bersaudara yang lahir di Bintuhan pada tanggal 25 Mei 1959. Beliau terlahir dari buah perkawinan antara H. Abbas (Almarhum) dengan Hj. Aminah.

Sekarang beralamat di Jalan Telaga Dewa VI Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, tinggal bersama istri tercinta Hj. Murni yang senantiasa setia dan sabar mendampingi perjuangan beliau dalam kondisi susah dan senang.

Dalam perjalanan perkawinanya H.Suardi Abbas, SH, MH dan Hj. Murni dikaruniai 4 orang anak yang terdiri dari 2 orang putra dan 2 orang putri.

Putra pertama bernama H. Jhon Hendri, S.Kom, MM, sekarang bekerja di IAIN Bengkulu, Adhi Setiawan, S.Pi yang merupakan putra kedua lebih memilih berwirausaha sebagai jalan hidupnya. Anak ketiga mereka diberi nama Sherly, S.Far, yang pada saat ini sedang dalam proses S2 di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Sedangkan si bungsu Iza Mukiza (almarhummah), meninggal dunia ketika masih kelas IV Sekolah Dasar, pada umur 11 tahun tepatnya tangal 23 Mei 2009 lalu.

H. Suardi Abbas, SH, MH, memulai pendidikannya ketika berumur 7 tahun, tepatnya pada tahun 1966 di Sekolah Dasar (SD) dan tamat pada tahun 1972. pada tahun itu juga beliau melanjutkan pendidikan di PGAN 4 tahun dan tamat pada tahun 1976.

Pada tahun 1978 beliau diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan golongan I/b, sebagai staff di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mukomuko Utara Kabupaten Bengkulu Utara, dengan jarak tempuh pada waktu itu lebih kurang 14 Jam perjalanan dari Kota Bengkulu dengan menggunakan mobil dan kapal laut. Setelah pemekaran daerah di Provinsi Bengkulu, sekarang KUA Kecamatan Mukomuko Utara telah berganti nama menjadi KUA Kecamatan Kota Mukomuko Kabupaten Mukomuko.

Seiring perjalanan waktu, beliau berpikir bahwa melanjutkan pendidikan merupakan suatu keniscayaan yang harus dilakukan. Maka beliau melanjutkan pendidikan yang sempat tertunda beberapa waktu. Sehingga pada tahun 1995 beliau menamatkan PGAN 6 tahun. Tamat PGAN 6 tahun tidaklah membuat beliau merasa berpuas diri dengan ilmu pengetahuan, bahkan beliau merasa masih sangat kurang dan haus dengan ilmu pengetahuan. Maka beliau melanjutkan pendidikan S1 jurusan Hukum dan setelah itu beliau melanjutkan S2 masih dengan konsentrasi hukum dan tamat pada tahun 2007. Saat ini beliau sedang dalam proses S3 (Doktor) dengan kosentrasi Hukum di Universitas Bandung (UNISBA). Sementara itu, diklat yang pernah beliau ikuti diantaranya adalah diklat kepemimpinan ADUM tahun 2000, PIM III tahun 2005 dan PIM II pada tahun 2013.

Liku-liku perjuangan dan karirnya semuanya ditempuh di Provinsi Bengkulu. Sebagai seorang putra daerah Bengkulu, beliau mengawali kariernya sebagai CPNS Pangkat/Golongan Juru Muda Tk. I (I/b) tahun 1979 dan bertugas di KUA Kecamatan Mukomuko Utara yang merupakan daerah terujung Provinsi Bengkulu, berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat sampai 1 Februari 1981. Pada tahun yang sama tepatnya 1 Febuari 1981 beliau dipindahtugaskan sebagai staf umum Kanwil Depag Provinsi Bengkulu hingga 2 Maret 1983. selanjutnya pada 2 maret 1983 hingga tahun 1996 beliau dipindah tugaskan menjadi bendahara Kantor Depag Kabupaten Bengkulu Utara. kemudian pada tahun 1996 hingga tahun 2000 beliau berpindah tugas menjadi pengawas SD/MI di wilayah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Utara, tanggal 20 April 2000 sampai 14 Juli 2005 menjabat sebagai kasubbag Humas Kanwil Depag Provinsi Bengkulu, 14 juli 2005 sampai 2 Februari 2012 menjabat sebagai Kandepag Kabupaten kaur. 2 Februari 2012 sampai dengan 25 april 2012 menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Seluma.

Setelah menjalani karier kepegawaian dari paling ujung utara Provinsi Bengkulu sampai dengan ujung paling selatan Provinsi Bengkulu, akhirnya pada tanggal 25 April 2012 dengan pangkat/golongan IV/b (Pembina Tingkat I), beliau dilantik oleh Menteri Agama RI di Jakarta dan dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu sampai dengan sekarang.

Dalam masa kepemimpinannya, H. Suardi Abbas, SH, MH, mengedepankan kedisiplinan yang tinggi sebagai landasan utama dalam bekerja. Kedisiplinan dalam bekerja ini diawali dengan kedisiplinan diri beliau sendiri terlebih dahulu, sehingga seluruh jajarannya berusaha untuk ikut berdisiplin dalam melaksanakan tugas. Kedisiplinan jajarannya bukanlah kedisiplinan semu yang takut dengan teguran dan sanksi atasan, tetapi lebih jauh merupakan kedisiplinan yang lahir dari sebuah pembelajaran yang diberikannya. Karena beliau tidak akan memerintahkan disiplin, sebelum beliau berdisplin terlebih dahulu. Berprinsip bahwa "Menjadi contoh dan tauladan jauh lebih baik dan efektif dari pada memberikan ancaman dan sanksi".

Kedisiplinan dalam bekerja ini tidak hanya buat jajarannya yang ada di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi saja, tetapi mencakup seluruh satker yang ada di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. Beliau sering melakukan kunjungan dan pembinaan ke satker-satker yang ada, baik itu di madrasah-madrasah maupun KUA terdekat dan terjauh sekalipun dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. Bahkan beliau sebelum jam 07.00 WIB telah berada di depan gerbang madrasah-madrasah dan KUA yang dikunjungi, menunggu kedatangan para guru, murid dan pegawai. Hal ini menjadi surprise tersendiri bagi Kepala Sekolah, Guru, Siswa dan pegawai yang beliau kunjungi, sehingga bisa menjadi sebuah shock Therapy bagi mereka untuk meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

Ternyata sebelum JOKOWI membiasakan blusukan ke daerah, H. Suardi Abbas, SH, MH telah lebih dahulu melakukan hal tersebut. Selain menerapkan kedisiplinan yang tinggi pada jajarannya, beliau juga mengajak kepada seluruh jajarannya untuk sama-sama berusaha menerapkan sistem administrasi yang baik dan benar. Sebagai sosok yang low profile, sederhana dan bersahabat ini, beliau menerapkan pola open management kepada jajarannya. Ruangan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu bukanlah sebuah ruangan tertutup yang mesti ditakuti oleh Pegawai Kementerian Agama yang ada Provinsi Bengkulu. Ruangan kantor dan rumah beliau selalu terbuka untuk menerima masukan, saran, kritikan dan pengaduan dari seluruh Pegawai Kementerian Agama yang ada Provinsi Bengkulu khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Dalam melaksanakan tugas beliau lebih mengedepankan rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat kepada seluruh jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu dan seluruh Pegawai Kementerian Agama yang ada Provinsi Bengkulu. Beliau pernah berkata "kita adalah sebuah keluarga, keluarga besar Kementerian Agama. Ketika satu orang dari kita bahagia, maka kita semua ikut merasakan kebahagiaan itu. Tapi ketika satu orang dari kita berduka, maka itu adalah kedukaan kita bersama. Ingatkan saya ketika saya lupa, tegur saya ketika saya salah. Begitu juga sebaliknya karena kita adalah keluarga".

Selain itu, sebagai komitmen bersama dalam mewujudkan visi dan misi Kementerian Agama. Beliau selalu mengingatkan dalam setiap kesempatan yang ada untuk selalu meningkatkan rasa tanggung jawab dan disiplin kerja kepada seluruh pegawai di jajaran kementerian Agama.

Bagikan :